Semester I 2026: Pendapatan Daerah Tanah Laut Sukses Tembus 52,51 Persen
PELAIHARI – Capaian realisasi pendapatan daerah Kabupaten Tanah Laut (Tala) berhasil menyentuh angka 52,51 persen pada akhir Semester I Tahun Anggaran 2026. Capaian positif ini melatarbelakangi seruan peningkatan kepatuhan pajak serta efisiensi anggaran bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN).
Target yang terealisasi tersebut diumumkan secara langsung oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tanah Laut, Andris Evony, saat memimpin agenda Apel Kerja Gabungan di Halaman Kantor Bupati Tanah Laut, Senin (6/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Andris memberikan apresiasi yang mendalam terhadap komitmen jajaran pimpinan daerah, kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), serta seluruh elemen terkait yang berkontribusi dalam mengoptimalkan sumber penerimaan kas daerah.
"Sejak tanggal 30 Juni yang menandai berakhirnya Semester I Tahun 2026, pendapatan daerah Kabupaten Tanah Laut telah mencapai 52,51 persen. Ini merupakan keberhasilan kita bersama yang tidak lepas dari kerja sama seluruh SKPD dalam mengoptimalkan potensi pendapatan, khususnya retribusi daerah," ujarnya.
Andris juga mengingatkan seluruh instansi untuk mengantisipasi dinamika kondisi fiskal saat ini. Ia memproyeksikan bahwa alokasi dana transfer, baik yang bersumber dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi, tidak akan mengalami kenaikan besar dan bahkan berpotensi mengalami penurunan.
Oleh karena itu, setiap instansi di lingkungan Pemkab Tala kini diwajibkan untuk: Lebih selektif dan cermat dalam manajemen pengelolaan keuangan. Menyusun skala prioritas yang ketat agar pemanfaatan anggaran efektif serta Memaksimalkan efisiensi di tengah keterbatasan fiskal yang ada.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa indikator utama kesuksesan pembangunan daerah tidak boleh sekadar mengacu pada persentase penyerapan dana belanja semata, melainkan harus bertumpu pada besarnya dampak positif bagi masyarakat.
"Yang terpenting bukan sekadar besarnya anggaran yang dibelanjakan, melainkan bagaimana setiap rupiah yang digunakan mampu memberikan nilai strategis bagi peningkatan pelayanan publik, mendukung pencapaian visi dan misi daerah, serta menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat," pungkasnya.