Mulai Juli 2026, Bayar Parkir Terminal Angsau dan Pantai Takisung Wajib Pakai QRIS/Nontunai
PELAIHARI – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) resmi menginisiasi transformasi digital pelayanan publik lewat uji coba pembayaran retribusi daerah nontunai berbasis Smart EDISI mulai Juli 2026.
Langkah akselerasi ini disosialisasikan secara luas melalui stasiun LPPL Radio Tuntung Pandang FM pada Kamis (2/7/2026).
Peralihan metode pembayaran ini sengaja ditempuh oleh pemerintah daerah sebagai strategi taktis guna meningkatkan transparansi, menjaga akuntabilitas, serta menekan risiko kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Bapenda Tanah Laut, Andris Evony, mengungkapkan bahwa kebijakan elektronifikasi ini juga didorong oleh capaian positif performa PAD semester pertama tahun 2026 yang telah menyentuh angka 52 persen, melampaui target awal yang dipatok sebesar 45 hingga 50 persen.
"Kami menginformasikan kepada masyarakat bahwa Kabupaten Tanah Laut mulai menerapkan sistem pembayaran layanan retribusi dengan Smart EDISI. Artinya, bukan lagi dengan uang tunai, tapi beralih ke nontunai," ujar Andris Evony usai kegiatan siaran.
Secara bertahap, penerapan sistem baru ini akan menyasar sejumlah titik operasional strategis di Tanah Laut. Mulai dari penagihan karcis los pasar, retribusi parkir di Terminal Sumarsono PAD Ambungan atau Terminal Simpang Empat Angsau, hingga loket masuk dan area parkir di kawasan wisata Pantai Takisung.
Melalui program Smart EDISI, masyarakat kini dapat membayar retribusi menggunakan berbagai pilihan instrumen digital seperti QRIS, kartu uang elektronik (e-money), transfer perbankan, hingga dompet digital. Seluruh dana yang masuk dipastikan mengalir langsung secara real-time ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).
"Supaya apa yang dibayarkan itu langsung masuk ke kas RKUD di Bank Kalsel. Jadi intinya, kami mensosialisasikan rencana penggunaan pembayaran nontunai di beberapa titik layanan retribusi tersebut," tambah Andris.
Dampak jangka panjang dari digitalisasi ini diharapkan mampu mewujudkan visi tata kelola keuangan Kabupaten Tanah Laut yang maju, sinkron, dan berkelanjutan.