Haji Endang Agustina: Di Balik Prestasi Besar BNN, Integritas Anggota Adalah Harga Mati
Jakarta - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), H. Endang Agustina, memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) atas kinerja impresif dalam memberantas peredaran gelap narkotika.
Dukungan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi III di Gedung Nusantara, Selasa (3/3/2026).

Legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) II Kalimantan Selatan ini menilai bahwa capaian BNN sejauh ini merupakan prestasi luar biasa.
Berdasarkan data yang dipaparkan, BNN berhasil membongkar 63 jaringan narkoba dengan total 1.174 pelaku yang diamankan.
"Ini prestasi yang luar biasa. BNN telah menyita 4 ton sabu, 2 ton ganja, lebih dari 300.000 butir ekstasi, bahkan menyita lahan ganja seluas 127.000 m2. Kami dari Fraksi PAN sangat bangga dengan upaya nyata ini," ujar Endang di hadapan pimpinan BNN.
Selain penindakan, Endang menyoroti sisi edukasi dan rehabilitasi. Ia memuji program "Ananda Bersinar" serta langkah BNN yang telah merehabilitasi lebih dari 12.000 pengguna.
Namun, ia mengingatkan bahwa ancaman narkoba masih dalam tahap mengkhawatirkan.
Merujuk pada penelitian BNN, angka prevalensi pengguna narkoba di usia 15-64 tahun mencapai 1,3 persen.
“Angka ini adalah lampu merah bagi kita semua. Dampak narkoba sangat merusak, mulai dari halusinasi hingga memicu tindak kekerasan dan pencurian. Kita harus menjadikan narkoba sebagai bahaya laten agar penanganannya lebih maksimal dan masif," tegasnya.
Atas dasar pencapaian tersebut dan demi mensukseskan program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Endang menyatakan bahwa Fraksi PAN sepenuhnya mendukung usulan kenaikan anggaran bagi BNN.
Kendati demikian, ia memberikan catatan kritis terkait penguatan internal.
“Ada satu pesan penting, jangan lupa untuk tetap menjaga moralitas dan integritas seluruh anggota. Anggaran besar dan prestasi hebat harus dibarengi dengan sumber daya manusia yang bersih," tambahnya.
Dalam rangkaian rapat yang sama, Endang juga menekankan vitalnya keberadaan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Ia menilai PPATK adalah mitra strategis dalam memberantas kejahatan transnasional, terutama dalam melacak praktik pencucian uang yang seringkali menjadi tulang punggung ekonomi jaringan narkoba.
"Keberadaan PPATK sangat dibutuhkan dalam upaya pemberantasan kejahatan, terutama untuk memutus aliran dana hasil pencucian uang," pungkasnya. (RZ)